Banner 728x90 pxl

Jumat, 16 Januari 2009

95% bahan obat Impor

YOGYAKARTA - Sekira 95 persen bahan obat-oabatan di Indonesia masih berasal dari impor luar negeri. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab tingginya/mahalnya harga obat di Indonesia dibanding negara ASEAN lainnya. Hal ini ditegaskan oleh Menkes Siti Fadilah Supari dalam sambutannya di Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia di Jogja Expo Centre.



Akibat mahalnya obat ini kita tahu masyarakat menengah ke bawah semakin sulit untuk bisa mengkonsumsi obat, kata Menkes dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dra Koestantinah, Msc, Apt, Rabu (7/5/2008).

Menurut Menkes, dari sekira 30 ribu jenis tanaman obat di Indonesia saat ini hanya ada sekira 7.000 jenis saja yang berkhasiat sebagai obat. Dari jumlah tersebut yang telah menjalani uji klinis dan laboratorium (fitofarmaka) baru 15 jenis saja. Untuk itulah pihak Depkes saat ini terus melakukan restrukturisasi penelitian mengenai obat yaitu dengan jalan melakukan pendataan kembali berbagai penelitian di PT maupun yang telah dilakukan oleh lembaga lain.

"Kita akan restrukturisasi lagi penelitian tentang obat ini di perguruan tinggi maupun lembaga lain agar tidak dobel," katanya.

Dalam sambutannya, Menkes juga menyatakan pada tahun 1980-an pemerintah pernah memberikan insentif besar bagi industri farmasi yang mau melakukan pengadaan bahan baku sendiri tanpa impor, akan tetapi program tersebut tidak berhasil disebabkan panjangnya proses sintesis yang harus dilakukan untuk mendapatkan suatu bahan baku obat.

"Mahalnya obat ini kita tahu juga menyebabkan banyak anggota masyarakat yang mencari alternatif pengobatan. Dan memang sebenarnya penerimaan masyarakat terhadap obat bahan alam lebih mudah juga," tuturnya. (Satria Nugraha/Trijaya/mbs)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Categories

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger