JAKARTA, KOMPAS.com — Virus influenza H1N1 yang kerap disebut flu babi menggetarkan banyak negara karena penyebarannya sudah sampai antarmanusia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutnya sebagai fase ke-5.
Per Jumat (1/5), situasi tetap tampak memburuk. Sebanyak 11 negara secara resmi melaporkan setidaknya 331 kasus infeksi influenza A(H1N1) setelah sebelumnya mencapai 257 kasus.
Pemerintah Amerika Serikat, berdasar pemeriksaan laboratorium, melaporkan 109 kasus, termasuk 1 kematian. Meksiko melaporkan 156 kasus infeksi pada manusia, termasuk 9 orang meninggal.
Beberapa negara lain juga mengalami hal serupa. Di Austria terdapat 1 kasus, Kanada 34 kasus, Jerman 3 kasus, Israel 2 kasus, Belanda 1 kasus, New Zealand 3 kasus, Spanyol 13 kasus, Switzerland 1 kasus, dan Inggris 8 kasus.
Meski di Indonesia belum ditemukan kasus, Departemen Kesehatan khususnya Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) sudah menyiapkan enam langkah atau aksi.
Berikut enam langkah menurut Prof dr Tjandra Yoga Aditama, Sp P(K), MARS, DTM&H Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL):
1. Persiapan di Bandar Udara dan Pelabuhan Laut.
2. Persiapan obat seperti oseltamivir.
3. Persiapan rumah sakit.
4. Diagnosis.
5. Pengawasan pada kasus-kasus ILI (influenza like ilness) dan penumonia.
6. komunikasi informasi dan edukasi lewat media dan brosur-brosur.
Jumat, 01 Mei 2009
6 Aksi Hadapi Influenza A(H1N1)
09.50.00
PandauCCTV


0 komentar:
Posting Komentar