Banner 728x90 pxl

Selasa, 26 Mei 2009

INFEKSI TERBANYAK DIDUNIA

Sekitar 90% kasus faringitis, disebabkan infeksi virus. Sisanya oleh bakteri dan jamur. Umumnya ringan dan tidak perlu pengobatan.

Infeksi saluran nafas atas (ISPA) boleh jadi merupakan infeksi yang paling banyak terjadi didunia, salah-satunya adalah faringitis. ”setiap orang didunia dalam setahun pasti pernah mengalami faringitis 1-2x dalam hidupnya. Pada anak-anak, semakin muda usia, semakin besar resikonya” ujar dr. Soekirman soekin, Sp.THT dari RS THT-bedah KL Proklamasi, jakarta. Infeksi pada hidung atau mulut bisa menjalar samapai ke faring, karena faring merupakan jalan udara yang paling atas.

Faring terdiri dari 3 bagian: nasofaring (epifaring), oro faring (mesofaring) dan laringofaring (hipofaring). Menurut dr.soekirman, istilah faringitis biasanya menujujk pada radang yang terjadi diorofaring atau langirofaring. ”kuman penyebab faringitis umumnya kuman yang memang komensal ada dalam mulut atau hidung. Infeksi terjadi saat daya tahan tubuh menurun, sehingga kuman tersebut menjadi patogen”, ujar dr. Soekirman.
Faringitis dapat dibeakan menjadi dua: akut dan kronik. Faringitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi yang terjadi dari tempat lain seperti hidung, misalnya saat seorang terserang flu. Ini lebih banyak terjadi pada anak-anak. Sementara faringitis kronis adalah faringitis yang terjadi secara berulang pada seorang penderita, biasanya melibatkan kelenjar kelenjar dibelakang faring.
Normalnya, dinding faring licin. Radang yang menahun membuat kelenjar-kelenjar disekitar faring membesar hingga dinding faring menjadi tidak rata. Pada anak usia 6-8 tahun, adenoid sering membesar sampai menyumbat jalan nafas. Orang dewasa lebih sering mengalami faringitis kronis. ”karena sakit sejak kecil, dan dipicu oleh kondisi alergi,” tambah dr. Soekirman. Dapat terjadi faringitis yang disebabkan alergi, tetapi diungganggi infeksi.
Perlu diperhatikan jika faringitis tidak kunjung sembuh. ”tentu ada sebab yang melatar belakanginya,” tegas dr. Soekirman. Misalkan individu tersebut menderita penyakit kronis lain seperti penyakit ginjal kronik, lever, AIDS atau mengkonsumsi obat anti kanker. Hal-hal tersebut menurunkan daya tahan tubuh. (Diambil dari majalah ETHICALDIGEST, No 46)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Categories

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger