Banner 728x90 pxl

Minggu, 31 Mei 2009

Manifestasi Faringitis


Penderita ditandai demam, sakit tenggorokan, edema, hyperemia pada tamsil dan dinding faringeal. Penderita faringitis GABHS umumnya mengalami nyeri berat saat menelan (umumnya onset tiba-tiba) dan demam. Sakit kepala, mual, muntah dan nyeri perut juga dapat terjadi, khususnya pada anak. Saat dilakukan pemeriksaan, pasien memiliki eritema tonsilofaringeal, dengan atau tanpa eksudat, serta pembesaran nodus limfa anterior serviks (limfa denitis). Mereka juga mungkin
mengalami pembengkakan uvula dengan warna kemerahan, petechiae pada palate, gangguan pada amandel (biasanya pada anak); dan ruam scalantiniform. Namun, tak satupun temuan ini spesifik untuk faringitis GABHS.

Faringitis viral biasa ditandai dengan temuan serupa. Konjugtifitis, batuk, serak, coryza, anterior stomatistis, lesi discrete ulcerative, viral exanthema dan diare, umumnya lebih mengacu pada faringitis viral dari pada GABHS. Sementara untuk difteria, terdapat cirri khas yang perlu diperhatikan: nyerifaringeal, pembentukan pseudomembran yang terlihat pada tonsil dan belakang tenggorok, limfadenopati regional (memberikan penampakan klasik bull neck), edema pada jaringan sekitar, nafar bau, demam derajat rendah dan btuk. Obstruksi pada jalan udara dapat terjadi bersamaan dengan tachypnea, stridor dan sianosis. Toksin juga dapat mencapai neuron dan jantung, menyebabkan abnormallitas neurologis dan miokarditis.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Categories

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger