Oleh: WHO Tgl. laporan: 1 Mei 2009
Mempertimbangkan dampak mungkin dari infeksi virus influenza A(H1N1) yang muncul, program dan layanan HIV/AIDS harus sadar mengenai risiko terkait dan mempunyai rencana untuk pencegahan dan pengobatan.
Belum ada informasi terdokumentasi mengenai interaksi klinis antara HIV dan virus influenza A(H1N1). Penyebaran, masa inkubasi dan manifestasi klinis virus influenza itu umumnya serupa dengan virus influenza musiman. Belum ada informasi yang cukup mengenai komplikasi dan spektrum penyakit tetapi komplikasi kemungkinan serupa dengan influenza musiman. Kelompok usia dan kelompok lain dengan risiko lebih tinggi untuk komplikasi dari influenza A(H1N1) ini sedang ditelitikan.
Kelompok usia dan kelompok lain dengan risiko lebih tinggi untuk komplikasi dari influenza musiman termasuk orang dengan penyakit kekurangan kekebalan, termasuk infeksi HIV. Risiko mortalitas dari influenza musiman lebih tinggi di antara orang terinfeksi HIV dibandingkan populasi umum. Penelitian menunjukkan risiko lebih tinggi untuk rawat inap terkait jantung dan paru pada orang terinfeksi HIV selama musim influenza dibandingkan waktu yang lain, dan risiko lebih tinggi terhadap kematian terkait influenza pada orang terinfeksi HIV. Penelitian lain menunjukkan bahwa gejala influenza mungkin dialami untuk jangka waktu yang lebih panjang dan risiko komplikasi terkait influenza lebih tinggi untuk orang terinfeksi HIV yang tertentu. Oleh karena itu, orang terinfeksi HIV harus dianggap sebagai populasi berisiko tinggi dan prioritas untuk strategi pencegahan dan terapeutik terhadap influenza termasuk infeksi virus influenza A(H1N1) yang muncul.
Virus influenza A(H1N1) yang didapat dari Meksiko dan AS adalah rentan terhadap oseltamivir dan zanamivir tetapi tidak terhadap amantadine dan ramantadine. Pasien berisiko lebih tinggi terhadap komplikasi influenza termasuk mereka dengan infeksi HIV harus di antara mereka yang diberi prioritas untuk pengobatan antiviral termasuk dengan oseltamivir atau zanamivir, yang memendekkan lamanya dan beratnya penyakit pada influenza musiman. Untuk influenza musiman, manfaat maksimal diambil apabila unsur antiviral dimulai dalam 48 jam setelah gejala mulai, tetapi manfaat termasuk pengurangan mortalitas dan lamanya rawat inap mungkin tetap dihasilkan dari terapi yang ditunda. Jangka waktu pengobatan yang baku untuk influenza musiman adalah lima hari, dengan takaran obat disesuaikan untuk berat badan (lihat Tabel 1). Obat antiradang non-steroid (NSAID) dan terapi simtomatis lain dapat mengurangi ketidaknyamanan, tetapi aspirin harus dihindari pada anak dan perempuan hamil karena risiko sindrom Reye. Interaksi obat antara obat antiretroviral (ARV) dengan oseltamivir atau zanamivir belum pernah dilaporkan sampai saat ini.
Saat ini belum ada vaksin khusus terhadap infeksi influenza A(H1N1) tetapi usulan umum untuk imunisasi influenza musiman pada orang terinfeksi HIV harus diikuti. Usulan untuk vaksinasi influenza musiman pada orang terinfeksi HIV adalah untuk memberi vaksinasi tahunan dengan vaksin trivalent diinaktivikasi, tidak tergantung pada jumlah CD4, walau orang dengan penyakit HIV berat mungkin tidak membentuk tanggapan antibodi yang cukup terhadap vaksin influenza. Penggunaan vaksin hidup yang dilemahkan harus dihindari. Kontraindikasi terhadap penggunaan vaksin influenza yang diinaktivikasi pada orang terinfeksi HIV adalah sama dengan untuk mereka tanpa infeksi HIV.
Bila unsur antiviral tersedia dengan jumlah yang cukup, orang terinfeksi HIV harus dipertimbangkan untuk profilaksis pascapajanan dengan oseltamivir atau zanamivir, dengan profilaksis diteruskan selama sepuluh hari setelah pajanan yang terakhir diketahui pada kasus yang sakit atau dikonfirmasi. Profilaksis pascapajanan diusulkan untuk orang terinfeksi HIV yang berhubungan dalam rumah tangga dengan orang dengan influenza A(H1N1).
Walau tidak ada cukup data untuk meramalkan dampak pandemi influenza manusia yang mungkin pada populasi terinfeksi HIV, interaksi antara HIV/AIDS dan influenza A(H1N1) dapat bermakna. Rencana persiapan negara untuk influenza harus membahas kebutuhan orang terinfeksi HIV, dan rencana HIV/AIDS negara, terutama di negara dengan prevalensi HIV yang tinggi, harus mempertimbangkan tindakan kesehatan masyarakat yang dibutuhkan untuk influenza pandemi.
Tabel 1: Takaran obat antiviral influenza
Unsur, kelompok Pengobatan Kemoprofilaksis
Oseltamivir
Orang dewasa Kapsul 75mg dua kali sehari untuk lima hari Kapsul 75mg sekali sehari
Anak (usia 12 bulan atau lebih), berat badan: 15kg atau kurang 60mg per hari dibagi dua dosis 30mg sekali sehari
15-23kg 90mg per hari dibagi dua dosis 30mg sekali sehari
24-40kg 120mg per hari dibagi dua dosis 60mg sekali sehari
> 40kg 150mg per hari dibagi dua dosis 75mg sekali sehari
Zanamivir
Orang dewasa Dua inhalasi 5mg (10mg keseluruhan) dua kali sehari Dua inhalasi 5mg (10mg keseluruhan) sekali sehari
Anak Dua inhalasi 5mg (10mg keseluruhan) dua kali sehari Dua inhalasi 5mg (10mg keseluruhan) sekali sehari (usia 5 tahun atau lebih)
Disesuaikan dari 2009 IDSA Guidelines for Seasonal Influenza in Adults and Adolescents (Clin Inf Dis 2009,48:1003-32).
Catatan: data keamanan mengenai penggunaan oseltamivir (atau zanamivir) kurang tersedia pada anak berusia di bawah satu tahun, dan oseltamivir belum disetujui untuk dipakai pada anak berusia di bawah satu tahun. Ciri infeksi manusia dengan virus influenza A(H1N1) masih sedang ditelitikan, dan tidak diketahui apakah bayi berisiko lebih tinggi terhadap komplikasi terkait infeksi influenza A(H1N1) dibandingkan anak yang lebih tua dan orang dewasa. Namun penggunaan obat ini off-label pada anak berusia di bahwa satu tahun baru-baru dipertimbangkan untuk keadaan pandemi.
Artikel asli: Considerations on influenza A(H1N1) and HIV infection
Senin, 04 Mei 2009
Pertimbangan tentang influenza A(H1N1) dan infeksi HIV
10.26.00
PandauCCTV


0 komentar:
Posting Komentar