JAKARTA, KOMPAS.com- Pandemi influenza jilid 2 A-H1N1 telah terjadi di banyak negara di dunia dengan jumlah kasus terus meningkat. Bahkan kini muncul kekhawatiran datangnya pandemi influenza gelombang kedua dengan tingkat keganasan virus yang lebih tinggi.
Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Harian Komite Nasional Flu
Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) Bayu Krisnamurthi, Jumat (19/6), dalam diskusi terbatas di Hotel Borobudur, Jakarta.
Dalam pertemuan internasional di Inggris beberapa waktu lalu disepakati bahwa gelombang pertama pandemi influenza A-H1N1 yang saat ini tengah berlangsung tergolong ringan. Hal ini ditandai rendahnya tingkat kematian karena virus itu meski jumlah kasus terkonfirmasi influenza A-H1N1 amat banyak.
"Pandemi influenza saat ini termasuk ringan dengan dampak bagi kesehatan tidak terlalu besar," ujar Bayu. Namun dampak pandemi terhadap sektor nonkesehatan sangat besar antara lain, larangan bepergian ke negara yang terjangkit wabah itu, banyak pekerja dan siswa tidak masuk karena sakit.
"Yang perlu dicermati sekarang adalah, adanya gelombang kedua pandemi influenza A-H1N1. Diperkirakan, gelombang kedua pandemi ini akan terjadi pada saat bumi bagian utara memasuki musim dingin. Saat itu kemungkinan terjadi lonjakan kasus," kata dia menambahkan.
Kekhawatiran lainnya adalah bertambahnya tingkat keganasan virus itu. "Virus influenza A-H1N1 sekarang tidak terlalu ganas karena merupakan bagian dari flu musiman. Namun virus itu kan tidak diam, bisa bermutasi dan bergabung dengan virus lain termasuk virus flu burung H5N1," ujarnya menegaskan.
Bila hal itu terjadi, maka tingkat kematian karena wabah itu akan meningkat. Selain menimbulkan kematian, dampak pandemi gelombang kedua terhadap sektor nonkesehatan harus diperhatikan. Karena itu, prosedur pencegahan dan penanganan wabah influenza itu harus diterapkan di semua negara.
Jumat, 19 Juni 2009
Waspadai Pandemi Influenza Jilid Dua
04.46.00
PandauCCTV


0 komentar:
Posting Komentar