Banner 728x90 pxl

Rabu, 19 Januari 2011

Ampisilin


.: FARMAKOLOGI :.
Ampisilin adalah derivat penisilin semi sintetik yang bersifat bakterisida yang bekerja dengan cara menghambat sintesa dinding sel bakteri. Ampisilin aktif terhadap bakteri Gram-positif (Streptococcus faecalis, Streptococcus pneumoniae dan Streptococcus haemolyticus) dan bakteri Gram-negatif (Haemophilus influenzae, Salmonella sp., Neisseria gonorrhoeae, Proteus mirabillis).
 
.: INDIKASI :.
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram-positif dan/atau Gram-negatif yang peka terhadap ampisilin :
  • Infeksi saluran nafas, bronkopneumonia, otitis media.
  • Infeksi saluran kemih seperti pielonefritis akut dan kronik, sistitis.
  • Gonore yang tidak berkomplikasi.
  • Infeksi alat kelamin wanita, pelvis kecil seperti : aborsi septis, adneksitis, endometritis, parametritis, pelviperitonitis, demam puerperal.
  • Infeksi saluran pencernaan seperti shigellosis dan salmonelosis.
  • Ampisilin injeksi untuk meningitis.
 
.: KONTRA INDIKASI :.
  • Pada pasien yang hipersensitif terhadap penisilin dan turunannya.
  • Pada infeksi yang disebabkan oleh kuman penghasil enzim penisilinase.
 
.: DOSIS & CARA PEMBERIAN :.
Dosis
  • Dewasa :
    2 – 12 g/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 – 8 jam.
  • Anak : 100 – 200 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi 6 – 8 jam.
    Untuk meningitis sampai 400 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 4 jam.
  • Anak > 2 kg :
    100 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam.
    Untuk meningitis : 200 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam.
  • Anak usia lebih dari 7 hari dengan berat badan 1,2 – 2 kg :
    75 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 8 jam. Untuk meningitis : 150 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 8 jam.
Cara PemberianInjeksi Intramuskular
Tambahkan 1,4 ml air steril untuk injeksi hingga volume akhir 2 ml.
Injeksi Intravena
Tambahkan 19,2 ml air steril untuk injeksi hingga volume akhir 20 ml.
 
.: EFEK SAMPING :.
  • Reaksi alergi : urtikaria dan ruam kulit lainnya.
  • Gastrointestinal : glositis stomasitis, mual, muntah, diare dan kolitis pseudomerabran.
  • Sistem hematopoietik : anemia, trombositopenia, eosinofilia, leukopenia, agranulositosis.
 
.: OVER DOSIS :.
  • Pada kasus overdosis, pengobatan agar dihentikan.
  • Pada pasien dengan kerusakan ginjal, antibiotika, golongan ampisilin dapat dikeluarkan (diekskresikan) dari tubuh pada saat hemodialisa.
 
.: PERINGATAN DAN PERHATIAN :.
  • Tablet ampisilin sebaiknya diminum dengan air yang cukup, 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
  • Kemungkinan timbul superinfeksi yang disebabkan oleh Candida, Enterobacter, Pseudomonas pada pemakaian jangka lama dan dosis tinggi.
  • Hati – hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui karena keamanan penggunaannya belum diketahui dengan pasti.
  • Penggunaan ampisilin agar segera dihentikan bila terdapat efek samping.
  • Pemeriksaan fungsi hati, ginjal dan darah agar dilakukan secara periodik pada penggunaan jangka panjang.
 
.: INTERAKSI OBAT :.
  • Penggunaan bersama dengan allopurinol akan meningkatkan kemungkinan reaksi hipersensitivitas.
  • Penggunaan dengan kontrasepsi oral akan menurunkan efektivitas dari kontrasepsi oral.
  • Penggunaan dengan probenesid dapat meningkatkan dan memperpanjang kadar ampisilin dalam darah.
 
.: LAIN-LAIN :.
Penyimpanan:
Simpan pada suhu kamar (di bawah 30°C).
Harus dengan resep dokter.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Categories

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger