| .: FARMAKOLOGI :. |
| Ampisilin adalah derivat penisilin semi sintetik yang bersifat bakterisida yang bekerja dengan cara menghambat sintesa dinding sel bakteri. Ampisilin aktif terhadap bakteri Gram-positif (Streptococcus faecalis, Streptococcus pneumoniae dan Streptococcus haemolyticus) dan bakteri Gram-negatif (Haemophilus influenzae, Salmonella sp., Neisseria gonorrhoeae, Proteus mirabillis). |
| |
| .: INDIKASI :. |
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram-positif dan/atau Gram-negatif yang peka terhadap ampisilin :
- Infeksi saluran nafas, bronkopneumonia, otitis media.
- Infeksi saluran kemih seperti pielonefritis akut dan kronik, sistitis.
- Gonore yang tidak berkomplikasi.
- Infeksi alat kelamin wanita, pelvis kecil seperti : aborsi septis, adneksitis, endometritis, parametritis, pelviperitonitis, demam puerperal.
- Infeksi saluran pencernaan seperti shigellosis dan salmonelosis.
- Ampisilin injeksi untuk meningitis.
|
| |
| .: KONTRA INDIKASI :. |
- Pada pasien yang hipersensitif terhadap penisilin dan turunannya.
- Pada infeksi yang disebabkan oleh kuman penghasil enzim penisilinase.
|
| |
| .: DOSIS & CARA PEMBERIAN :. |
Dosis
- Dewasa :
2 – 12 g/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 – 8 jam.
- Anak : 100 – 200 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi 6 – 8 jam.
Untuk meningitis sampai 400 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 4 jam.
- Anak > 2 kg :
100 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam.
Untuk meningitis : 200 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam.
- Anak usia lebih dari 7 hari dengan berat badan 1,2 – 2 kg :
75 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 8 jam. Untuk meningitis : 150 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 8 jam.
Cara PemberianInjeksi Intramuskular
Tambahkan 1,4 ml air steril untuk injeksi hingga volume akhir 2 ml.
Injeksi Intravena
Tambahkan 19,2 ml air steril untuk injeksi hingga volume akhir 20 ml. |
| |
| .: EFEK SAMPING :. |
- Reaksi alergi : urtikaria dan ruam kulit lainnya.
- Gastrointestinal : glositis stomasitis, mual, muntah, diare dan kolitis pseudomerabran.
- Sistem hematopoietik : anemia, trombositopenia, eosinofilia, leukopenia, agranulositosis.
|
| |
| .: OVER DOSIS :. |
- Pada kasus overdosis, pengobatan agar dihentikan.
- Pada pasien dengan kerusakan ginjal, antibiotika, golongan ampisilin dapat dikeluarkan (diekskresikan) dari tubuh pada saat hemodialisa.
|
| |
| .: PERINGATAN DAN PERHATIAN :. |
- Tablet ampisilin sebaiknya diminum dengan air yang cukup, 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
- Kemungkinan timbul superinfeksi yang disebabkan oleh Candida, Enterobacter, Pseudomonas pada pemakaian jangka lama dan dosis tinggi.
- Hati – hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui karena keamanan penggunaannya belum diketahui dengan pasti.
- Penggunaan ampisilin agar segera dihentikan bila terdapat efek samping.
- Pemeriksaan fungsi hati, ginjal dan darah agar dilakukan secara periodik pada penggunaan jangka panjang.
|
| |
| .: INTERAKSI OBAT :. |
- Penggunaan bersama dengan allopurinol akan meningkatkan kemungkinan reaksi hipersensitivitas.
- Penggunaan dengan kontrasepsi oral akan menurunkan efektivitas dari kontrasepsi oral.
- Penggunaan dengan probenesid dapat meningkatkan dan memperpanjang kadar ampisilin dalam darah.
|
| |
| .: LAIN-LAIN :. |
Penyimpanan:
Simpan pada suhu kamar (di bawah 30°C).
Harus dengan resep dokter. |
0 komentar:
Posting Komentar