Banner 728x90 pxl

Rabu, 19 Januari 2011

Asiklofir

nama dagang


- Azovir- Clinovir- Clopes- Clovika
- Danovir- Dumophar- Herpiclof- Inavir
- Matrovir- Poviral- Quavir- Scanovir
- Tyrus- Vircella- Vircovir- Virdam
- Vireth- Virpes- Virpes Cream- Virtaz
- Vyrono- Zoter- Zovirax- Zumasid
- Acifar


dosis


A. Dosis Berdasarkan Indikasi Obat.
          Note: Pada pasien Obesitas, dosis disesuaikan dengan menghitung bobot ideal pasien.

  1. GENITAL HSV: I.V:  anak: > 12 tahun dan dewasa (immunocompetent); dosis permulaan, gawat:5mg/kg setiap 8 jam untuk 5-7 hari. Oral:Anak: dosis awal: 40-80 mg/kg/hari terbagi dalam 3-4 dosis terbagi untuk 5-10 hari (maksimum 1 g/hari; kronis:80mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi (maksimum 1g/hari) dievaluasi setelah 12 bulan pengobatan Dewasa: dosis awal dan recurrence : 200 mg set. Infeksi kronik: 400 mg dua kali/hari atau 200 mg 3-5 kali/hari selama 12 bulan dan diikuti dengan mengevaluasi perkembangan pasien; 400 – 1200 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi juga dapat direkomendasikan.Topikal; dewasa:dosis awal; oleskan pada permukaan.
  2. HERPES LABIALIS: Topikal: anak >=12 tahun dan dewasa : Cream: digunakan 5 kali/hari selama 4 hari.
  3. HERPES ZOSTER: Oral: Dewasa: 800 mg setiap 4 jam (5kali/hari) selama 7-10 hari. I.V : anak < 12 tahun;20mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7 hari.Anak>=12 tahun dan dewasa 10 mg/kg/dosis atau 500 mg/m²/dosis setiap 8 jam selama 7 hari.
  4. VARICELLA-ZOSTER (chickenpox): Oral: Anak >=2 tahun dan robot <=40 kg: 20 mg/kg/dosis (ditingkatkan sampai 800mg/dosis), 4 kali/hari selama 5 hari.Anak >40 kg dan Dewasa: 800 mg/dosis 4 kali/hari selama 5 hari. I.V.Anak <1 tahun: 10 mg/kg/dosis setiap 8 jam untuk 7-10 hari.Anak >=1 tahun dan dewasa 1500mg/m²/hari terbagi setiap 8 jam atau 10mg/kg/dosis setiap 8 jam selama 7-10 hari.
B. Dosis Berdasarkan Penyesuaian Fungsi Ginjal
Oral: ClCr 10-25 mL/menit/1.73 m2: dosis normal 800 mg setiap 4 jam;dapat diberikan 800 mg setiap 8 jam.ClCr <10 mL/menit/1.73 m²: Pemberian dosis normal: 200 mg setiap 4 jam, 200 mg setiap 8 jam atau 400 mg setiap 12 jam; dapat juga diberikan 200 mg setiap 12 jam. Pemberian dosis normal 800 mg setiap 4 jam;dapat juga diberikan 800 mg setiap 12 jam. I.V: ClCr 25-50 mL/menit/1.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam. ClCr 10-25 mL/menit/1.73 m² : diberikan dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam. ClCr <10 mL/menit/1.73 m² : diberikan 50% dari dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam.


indikasi

Untuk pengobatan genital herpes simplek virus (HSV), herpes labialis (cold sores), herpes zoster (shingles), HSV encephalitis, neonatal HSV, HSV pada pasien immunokompromise, varicella – zoster (chickenpox).


kontraindikasi

Kontraindikasi buat pasien yang mengalami reaksi hipersensitifitas pada asiklovir dan turunannya.


efek samping

  • Sistemik Oral : > 10% : CNS : Malaise (12%) GI : Mual (2-5%), muntah (3%), diare (2-3%).
  • 1% - 10% : Sistemik Parentral : Dermatologi : Gatal-gatal dengan bintik-bintik merah (hives) (2%); gatal-gatal (itch) (2%); ruam (rash) (2%). GI : mual dan muntah (7%). Hepatic : Dapat meningkatkan hasil pada parameter pemeriksaan laboratorium (1-2%) Local : Inflamasi pada tempat injeksi (plebitis) (9%). Renal : Peningkatan BUN (5-10%), peningkatan kreatinin (5-10%), gagal ginjal akut. 
  • Topikal :
    • > 10% : Dermatologi : Nyeri sedang, rasa terbakar, seperti tersengat.
    • 1-10% : Dermatologi : Pruritus, itching
  • Bentuk sedĂ­aan lain : < 1%. Nyeri perut, agitasi, alopecia, anafilaksis, anemia, angiodema, anoreksia, ataksia, koma, bingung, penurunan konsentrasi, delirium, desquamation, diare, intravascular coagulopathy, rasa malas, bibir kering, dysarthria, encephalopaty, erythema multiform, fatigue, fever, gangguan GI, halusinasi, hematuria, hemolisis,hepatitis, hyperbilirubinemia, hypotensi, insomnia, jaundice, leukocytoclastic vaskulitis, leukositosis, leukopenia, necrosis jaringan lokal, myalgia, neutropilia, parestesia, peripheral edema, fotosensitisasi, pruritos, psikosis, gagal ginjal, seizure, somnolence, sakit tenggorokan, sindrom Stevens – Johnson, trombositopenia, toksik epidermal nekrolisis, tremor, urticaria, lymfadenopati, depresi mental, gangguan penglihatan visual.


interaksi

Dengan Obat Lain :
Anti jamur: ampoterisin B melawan efek asiklovir (pseudorabies) jika diberikan secara bersamaan, ketokonazol dan aciclovir mempunyai efek sinergis untuk melawan virus herpes tipe 1 dan 2. Probenezid: jika diberikan bersamaan dengan asiklovir t ½ obat dan meningkatkan konsentrasi dari asiklovir, karena terjadi penurunan pengeluaran asiklovir lewat ginjal. Interveron: berefek sinergisme terutama untuk mengobati virus herpes tipe 1, tetapi efeknya secara klinis belum diketahui. Metotreksat: penggunaan asiklovir  IV bersamaan dengan metotreksat harus mendapatkan perhatian. Zidavudin: jika diberikan secara bersamaan, dapat meningkatkan efek toksis dari asiklovir.
Dengan Makanan :
Makanan tidak mengganggu absorbsi asiklovir.


mekanisme kerja

Asiklovir diubah menjadi asiklovir monofosfat oleh virus – spesifik timidinekinase, yang kemudian lebih lanjut mengubahnya menjadi asiklovir triphosfat oleh enzim selular lainya. Asiklovir trifosfat kemudian bekerja menghambat sintesis DNA dan replikasi virus dengan cara  berkompetisi dengan dioksiguanosis trifosfat pada DNA polimerase virus dan kemudian  menyatu kedalam DNA virus.


bentuk sediaan

Kapsul, Tablet, Suspensi, Krem, Ointment, Injeksi

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Categories

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger