Banner 728x90 pxl

Rabu, 19 Januari 2011

Dikloksasilin

dosis


Oral:
  • Bayi baru lahir: tidak direkomendasikan.
  • Anak <40 kg;12.5-25 mg/kg/hari dosis terbagi setiap 6 jam; osteomielitis 50-100 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam.
  • Anak >40 kg dan dewasa: 125 – 250 mg setiap 6 jam.
Penyesuaian dosis pada gagal ginjal: tidak diperlukan.
 Cara pemberian:
Diberikan 1 (satu) jam sebelum makan atau 2 (dua) jam setelah makan.
Pemberian obat sesuai jadwal, untuk mempertahankan kadar obat dalam plasma darah.


Lama terapi:
Untuk pengobatan infeksi staphilococcus parah selama 14 hari; untuk terapi oral, dapat diberikan 3-6 minggu hingga durasi pemberian obat tidak kurang dari 6 minggu; untuk pengobatan osteomielitis dapat diberikan 1-2 bulan dan mungkin juga diberikan selama 1-2 tahun.




indikasi

Digunakan untuk pengobatan infeksi sistemik seperti; pneumonia, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi jaringan tulang yang disebabkan oleh bakteri staphilococchi.


kontraindikasi

Kontraindikasi terhadap pasien yang hipersensitif terhadap golongan penisilin atau komponen lain dalam obat.


efek samping

  • 1 – 10% : Gastrointestinal: mual, diare, nyeri lambung.
  • < 1% (hilang dengan sendirinya) : Agranulositosis, eosinophilia, anemia hemolitik, hepatotosik, hipersensitivitas, interstisisal nephritis, lukopenia, neutropenia, perpanjangan waktu penjendalan darah, pseudomembranous collitis, ruam, penggunaan dosis tinggi, dapat menimbulkan kejang, gagal ginjal, trombositopenia, vaginitis, muntah.


interaksi

Dengan Obat Lain :
  • Interaksi Meningkatkan efek toksik:
    • Disulfiram dan probenezid kemungkinan meningkatkan kadar darah  dikloksasilin. Jika digunakan bersamaan dengan methotreksat, kemungkinan akan  meningkatkan efek dari metotreksat, perlu dilakukan monitoring.
  • Interaksi menurunkan efek:
    • Dikloksasilin efeknya diturunkan oleh warfarin dan antikoagulan lainnya.   Kontrasepsi oral kemungkinan juga dapat diturunkan kadarnya oleh obat ini,  tetapi data masih terbatas.

Dengan Makanan :
Makanan dapat menurunkan tingkat absorbsi obat; dapat menurunkan kadar konsentrasi obat dalam serum.


mekanisme kerja

Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilin-protein (PBPs – Protein binding penisilin’s), sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri, akibatnya biosintesis dinding sel terhambat, dan sel bakteri menjadi pecah (lisis).


bentuk sediaan

Kapsul 250 mg, 500 mg.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Categories

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger