nama dagang
- Arsitam - Bacbutol - Cetabutol - Corsabutol- ETH Ciba 400 - Parabutol - Santibi/Santibi - Tibigon - Tibitol - Ethambutol (Generik)
dosis
Pengobatan tuberkulosis:
Catatan : digunakan sebagai multidrug regimen. Regimen pengobatan meliputi fase awal selama 2 bulan diikuti dengan pengobatan fase lanjutan selama 4 hingga 7 bulan, frekwensi dan dosis berbeda tergantung dari fase terapi.
Anak-anak:
Interval dosis pada kerusakan ginjal :
Hemodialisis : sedikit terdialisis (5% hingga 20%) , pemberian dosis setelah dialisis
Peritoneal dialysis : dosis untuk Clcr < 10 ml/menit
Pemberian secara continous arterivenous atau venous hemofiltration : pemberian setiap 24 – 36 jam
Catatan : digunakan sebagai multidrug regimen. Regimen pengobatan meliputi fase awal selama 2 bulan diikuti dengan pengobatan fase lanjutan selama 4 hingga 7 bulan, frekwensi dan dosis berbeda tergantung dari fase terapi.
Anak-anak:
- Terapi harian 15 – 20 mg/kg/hari (maksimum : 1 g/hari)
- Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 50 mg/kg (maksimal 4 g/dosis)
- Terapi harian 15 – 25 mg/kg
- 40 – 55 kg : 800 mg
- 56 – 75 kg : 1200 mg
- 76 – 90 kg : 1600 mg
- Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy): 50 mg/kg
- 40 – 55 kg : 2000 mg
- 56 – 75 kg : 2800 mg
- 76 – 90 kg : 4000 mg
- Tiga kali seminggu DOT (directly observed therapy): 25 – 30 mg/kg (maksimal 2,5 g)
- 40 – 55 kg : 1200 mg
- 56 – 75 kg : 2000 mg
- 76 – 90 kg : 2400 mg
Interval dosis pada kerusakan ginjal :
- Clcr 10 – 50 ml/menit : pemberian tiap 24 – 36 jam
- Clcr < 10 ml/menit: pemberian tiap 48 jam
Hemodialisis : sedikit terdialisis (5% hingga 20%) , pemberian dosis setelah dialisis
Peritoneal dialysis : dosis untuk Clcr < 10 ml/menit
Pemberian secara continous arterivenous atau venous hemofiltration : pemberian setiap 24 – 36 jam
indikasi
Tuberkulosis, dalam kombinasi dengan obat lain
kontraindikasi
Neuritis optik, keterbatasan penglihatan
efek samping
Neuritis optik, buta warna merah/hijau , neuritis perifer, ruam (jarang terjadi) , pruritus, urtikaria dan trombositopenia.
interaksi
Dengan Obat Lain :
Menurunkan efek : absorbsi menurun jika digunakan bersama alumunium hidroksida. Hindari penggunaan bersama dengan antasida yang mengandung alumunium, beri jarak minimal 4 jam dari pemberian etambutol
Dengan Makanan :
Dapat digunakan bersama dengan makanan karena absorbsi tidak dipengaruhi oleh makanan, dapat menyebabkan iritasi lambung.
Menurunkan efek : absorbsi menurun jika digunakan bersama alumunium hidroksida. Hindari penggunaan bersama dengan antasida yang mengandung alumunium, beri jarak minimal 4 jam dari pemberian etambutol
Dengan Makanan :
Dapat digunakan bersama dengan makanan karena absorbsi tidak dipengaruhi oleh makanan, dapat menyebabkan iritasi lambung.
mekanisme kerja
Menekan multiplikasi bakteri, dengan cara mengganggu sintesis RNA
bentuk sediaan
Tablet


17.22.00
PandauCCTV
0 komentar:
Posting Komentar