nama dagang
| - Diprogenta | - Gentak | - Gentamerc | - Gentamisin |
| - Gentana | - Genoptik |
dosis
Dosis diberikan secara individu karena indek terapinya relatif sempit
- Dosis umum :
- Bayi dan anak < 5 tahun : 2,5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i.v. atau i.m.
- Anak > 5 tahun : 2 - 2,5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i.v. atau i.m.
- Note : Usual dose yang lebih tinggi dan/atau frekuensi yang lebih tinggi (setiap 6 jam) yang diberikan pada kondisi klinik secara selektif ( cystic fibrosis) data serum level yang dibutuhkan
- Anak dan dewasa :
- Intratekal : 4 – 8 mg/hari
- Optalmik :
- Salep : Dioleskan pada mata 2 – 3 kali sehari sampai setiap 3 – 4 kali
- Tetes mata : Teteskan pada mata yang sakit 1 – 2 tetes setiap 2 – 4 jam, naikan 2 tetes setiap jam untuk infeksi parah
- Topikal :
- Salep : Salep dioleskan pada kulit yang sakit 3 – 4 kali sehari
- Dewasa : Diberikan secara i. v. atau i. m.
- Konfensional : 1 – 2,5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 – 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi, dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem, syok
- Dosis tunggal : 4 – 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari; beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal.
- Indikasi spesifik :`
- Bruselosis : 240 mg/hari i.m. atu 5 mg/kg BB/hari secara i. v. selama 7 hari. Dapat juga dikombinasi dengan Doxyciclin
- Kolangitis : 4 – 6 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Ampisilin
- Divertikulitis (komplikasi) : 1,5 – 2 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin dan Metronidazol)
- Profilaksis endokarditis : Gigi, mulut, saluran nafas bagian, atas, saluran pencernaan, saluran urin 1,5 mg/kg BB dikombinasi dengan Ampisilin 50 mg/kg BB 30 menit sebelum operasi
- Endokarditis atau sejenisnya (untuk infeksi Gram Positif) : 1 mg/kg BB setiap 8 jam (kombinasi dengan Ampisilin)
- Meningitis Listeria : 5 – 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan Penicillin selama 1 minggu
- Meningitis Neonatal, 0 – 7 hari :
- Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2.5 mg/kg BB setiap 18 – 24 jam.
- Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2,5 mg/kg BB setiap 12 jam
- Meningitis Neonatal, 8 – 28 hari :
- Neonatal dengan BB < 2000 gr : 2.5 mg/kg BB setiap 8 – 12 jam.
- Neonatal dengan BB > 2000 gr : 2,5 mg/kg BB setiap 8 jam
- Inflamasi pelvik :
- Loading Dose : 2 mg/kg BB, selanjutnya 1,5 mg/kg BB setiap 8 jam
- Alternate therapy : 4,5 mg/kg BB/hari
- Plague (Yersinia pestis) : 5 mg/kg BB/hari diikuti dengan postexposture dengan Doksisiklin.
- Pneumonia : 7 mg/kg BB/hari dikombinasi dengan antipseudomonas beta laktam atau Carbapenem
- Tularemia : 5 mg/kg BB/hari dibagi setiap 8 jam untuk 1 – 2 minggu
- Infeksi saluran Urin :1,5 mg/kg BB/dosis setiap 8 jam
- Interval Dosis pada penurunan fungsi ginjal
- Dosis konvensional :
- Klirens kreatinin >= 60 ml/menit : diberikan setiap 8 jam
- Klirens kreatinin 40 – 60 ml/menit : diberikan setiap 12 jam
- Klirens kreatinin 20 – 40 ml/menit : diberikan setiap 24 jam
- Klirens kreatinin < 20 ml/menit : loading dose, kemudian monitor
- Dosis tinggi untuk terapi : Interval diperpanjang ( mis. setiap 48 jam) pada pasien dengan gangguan ginjal yang moderat (klirens kreatinin 30 – 59 mL/menit) dan atau dasar perhitungan pada serum level determination.
- Hemodialisa :
- Dilanjutkan dengan dialisa : 30% lanjutan dari Aminoglikosida dilaksanakan selama 4 jam hemodialisa.; pemberian dosis selama hemodialisa dan follow level .
- Terapi lanjutan dengan Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) : Pemberian melalui cairan CAPD :
- Infeksi Gram–negative : 4 – 8 mg/L(4 – 8 mc/L) dari cairan CAPD
- Infeksi Gram–positif (mis. siergis) : 3 – 4 mg/L (mcg/L) dari cairan CAPD
- Pemberian injeksi dengan rute i. m. Atau i. v. Selama CAPD.
- Dosis untuk Clcr <10 mL/menit dan follow level
- Lanjutan melalui kontinius arterovenous atau venovenous hemofiltration :
- Dosis untuk Clcr 10 - 40 mL/menit dan follow level
- Penyesuaian dosis pada penyakit hepar : Monitor konsentrasi dalam plasma
- Cara pemberian :
- Injeksi i. m.atau i.v.
- Tetes mata
- Lama penggunaan :
- Sesuai dengan aturan pada pemberian dosis
Farmakologi
- Didistribusikan melalui plesenta
- Volume distribusi meningkat pada odem, asites dan menurun pada dehidrasi.
- Neonatus : 0,4- 0,6 per kg BB,
- Anak 0,3 -0,35 /kg BB.
- Dewasa 0,2-0,3 /kg BB
- Protein binding : < 30 %
- Waktu paruh eliminasi :
- Infant : umur < 1 minggu 3-11,5 jam. 1 minggu -6 bulan 3-3,5 jam.
- Dewasa ; 1,5-3 jam.
- Pasien dengan gangguan ginjal 36-70 jam
- Kadar puncak serum : i.m 30-90 menit; i.v. 30 menit setelah pemberian dengan infus
- Ekskresi : Urin
indikasi
Infeksi :
Gram negatif (Pseudomonas, Proteus, Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus), infeksi tulang, infeksi saluran nafas, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran urin, abdomen, endokarditis dan septikemia , penggunaan topical, dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah.
kontraindikasi
Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain
efek samping
- > 10%
- Susunan syaraf pusat : Neurotosisitas (vertigo, ataxia)
- Neuromuskuler dan skeletal : Gait instability
- Otic : Ototoksisitas (auditory), Ototoksisitas (vestibular)
- Ginjal : Nefrotoksik ( meningkatkan klirens kreatinin)
- 1% – 10%
- Cardiovaskuler : Edeme
- Kulit : rash, gatal, kemerahan
- < 1%
- Agranulositosis
- Reaksi alergi
- Dyspnea
- Granulocytopenia
- Fotosensitif
- Pseudomotor Cerebral
- Trombositopeni
interaksi
Dengan Obat Lain :
Penisilin, Sefalosporin, Amfoterisin B, Diuretik dapat meningkatkan efek nefrotoksik, efek potensiasi dengan neuromuscular blocking agent
Dengan Makanan :
Harus dipertimbangkan terhadap diet makanan yang mengandung Calcium, magnesium , potassium
mekanisme kerja
bentuk sediaan
Krem, Topical Sebagai Sulfat 0,1 % (15 g, 30 g)
Infus, Sebagai Sulfat (Premixed in NS) 40 mg (50 ml); 60 mg (50 ml, 100 ml); 70 mg (50 ml); 80 mg (50 ml, 100 ml);90 mg (100 ml); 100 mg (50 ml, 100 ml); 120 mg (100 ml)
Larutan Injeksi, Sebagai Sulfat 10 mg/ml (6 ml, 8 ml,10 ml) Vial
Larutan Injeksi, Sebagai Sulfat 40 mg/ml (2 ml, 20 ml) (Dapat Mengandung Metabisulfit)
Larutan Injeksi, Pediatrik Sebagai Sulfat 10 mg/ml (2 ml) (Dapat mengandung Metabisulfit)
Larutan Injeksi, Pediatrik Sebagai Sulfat (Preservative Free) : 10 mg/ml (2 ml)
Saleb Mata Sebagai Sulfat 0,3% (3 mg/g (3,5 g))
Saleb Kulit Sebagai Sulfat 0,1% (15 g, 30 g)
Tetes Mata Sebagai Sulfat 0,3% (5 ml, 15 ml) Mengandung Benzalkonium Klorida


15.58.00
PandauCCTV
0 komentar:
Posting Komentar