Banner 728x90 pxl

Rabu, 19 Januari 2011

Nevirapin

nama dagang


- Nevirapine Hemilhydrate Viramune® 240 ml(dengan paraben).
- Nevirapine Viramune® (dengan povidone) Boehringer Ingelheim


dosis

  • Anak 2 bulan - 8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari; dengan peningkatan dosis menjadi 7 mg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya; dosis maksimal 200 mg/ 12 jam.
  • Anak >= 8 tahun: Dosis awal 4 mg/kg 1x sehari selama 14 hari; dengan peningkatan dosis 4 mg/kg tiap 12 jam jika tidak terjadi rash atau efek yang tak diinginkan lainnya; Dosis maksimal 7 mg/kg tiap 12 jam.
Catatan: Alternatif pendosisan bagi anak 120-200 mg/ m2 tiap 12 jam. Dosis ini didasarkan pada fakta bahwa pendosisan dengan mg/kg memungkinkan terjadinya penetapan dosis yang tidak sesuai untuk usia 8 th.
  • Dewasa: Dosis awal 200 mg 1x sehari untuk 14 hari; Dosis pemeliharaan 200 mg 2x sehari (dengan kombinasi dengan antiviral lain).
Catatan: Jika terapi terhenti selama 7 hari, maka dimulai lagi dengan dosis awal untuk 14 hari.


indikasi

Digunakan dalam terapi kombinasi dengan antiretroviral lain pada pasien HIV dewasa


kontraindikasi

Hipersensitivitas terhadap nevirapine atau komponen lain dalam sediaannya, hindari pemberian bersama dengan ketokonazole dan kontrasepsi oral.


efek samping

  • > 10% : Ruam, ALT > 250 unit/L, Dermatologik: Rash (15-20%), Gastrointestinal: diare (15-20%), Hematologik: netropenia (10%-11%).
  • 1% - 10%: CNS : Sakit kepala (1-4%), demam (8-11%), Gastrointestinal: Stomatitis ulseratif (4%), nausea, abdominal pain (2%), Hematologik: anemia Hepatik: hepatitis, meningkatkan LFT (2-4%),
  • Neuromuscular dan skeletal: neuropati perifer, parastesia (2%), mialgia.
  • < 1% (cukup penting atau mengancam jiwa) : Nekrosis hepatic, hepatotoksisitas, hipersensitivitas berat/reaksi dermatologis (skin rash, demam, melepuh, lesi oral, konjungtivitis, edema wajah, nyeri otot atau sendi, general malaise, hepatitis,eusinofilia, granulositosis, limfadenopati, atau disfungsi ginjal), sindrom Steven-Johnson. Jika terjadi hipersensitivitas berat, penggunaan harus dihentikan secara permanen.
  • Overdosis/toksikologi : Belum ada reaksi toksisitas yang dilaporkan setelah ingesti akut sejumlah besar tablet nevirapine


interaksi

Dengan Obat Lain :  
  • Pengaruh pada sitokrom P450: substrat CYP 2B6, 2D6, 3A4; inhibisi CYP1A2, 2D6, 3A4; menginduksi CYP2B6, 3A4.
  • Meningkatkan efek/toksisitas: cimetidine, itraconazole, ketokonazole, dan antibiotik makrolida meningkatkan konsentrasi plasma. Peningkatan toksisitas bila digunakan bersama inhibitor protease (indinavir, saquinavir dll) atau kontrasepsi oral.
  • Ketokonazole sebaiknya tidak diberikan bersama. Pemberian dengan prednisone pada 14 hari terapi awal, berhubungan dengan insiden dan keparahan rash.
  • Menurunkan efek: Rifampin dan rifabutin menurunkan konsentrasi plasma akibat induksi CYP3A, karena nevirapine dapat menurunkan konsentrase inhibitor protease, maka tidak boleh diberikan bersamaan, atau bisa juga dengan peningkatan dosis.
  • Nevirapin menurunkan konsentrasi kontrasepsi oral, serta efek ketokonazole dan methadone. Nevirapine menurunkan konsentrasi serum beberapa agen inhibitor protease (AUC indinavir dan saquinavir diturunkan. Tak ada efek dengan ritonavir).
  • Penyesuaian dosis yang spesifik tidak dianjurkan.
Dengan Makanan : -


mekanisme kerja

Sebagai agen non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor, nevirapine memiliki aktivitas melawan HIV-1 dengan mengikat enzim reverse transcriptase. Replikasi HIV-1 terhambat akibat pengeblokan aktivitas DNA polymerase RNA-Dependent dan DNA-dependent


bentuk sediaan

Oral Suspensi 50 mg/ml (240 ml). Tablet 200 mg

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Categories

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger