Banner 728x90 pxl

Rabu, 19 Januari 2011

Penisilin V

nama dagang



dosis

          Dosis Oral:
          Infeksi Sistemik:
          Anak < 12 tahun, 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam; dosis maksimal 3 g/hari.
          Anak > 12 tahun dan dewasa: 125-500 mg setiap 6-8 jam.
          Profilaksis pneumococal:
          Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.
          Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari.
          Profilaksis demam reumatoid kambuhan:

          Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.
          Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari.
          Penyesuaian dosis untuk gagal ginjal:
          ClCr <10 mL/menit; diberikan 250 mg setiap 6 jam.
          Pemberian obat:
          Oral:Diberikan dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan absorbsi obat.


indikasi

Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap penicillin meliputi infeksi saluran pernafasan, otitis media, sinusitis, kulit, dan saluran kemih; profilaksis pada demam rheumatoid.


kontraindikasi

Hipersensitif terhadap penisilin atau komponen lain dalam sediaan.

efek samping

> 10% : Gastrointestinal: diare sedang, muntah, mual, atau kandidiasis.
< 1% : (Kejadian jarang dan dapat hilang dengan sendirirnya); akut interstisial nephritis; konfusi; anemia hemolitik; positif coombs’ test.


interaksi

- Dengan Obat Lain :
            Meningkatkan efek toksis:
            Probenezid dapat meningkatkan kadar penisilin.
            Aminoglikosida kemungkinan mempunyai efek sinergi dengan penisilin.
            Penisilin kemungkinan mempunyai meningkatkan efek paparan metotreksat selama proses terapi (monitoring).
            Menurunkan efek:
            Tetrasiklin kemungkinan dapat menurunkan efektifitas dari penisilin.
            Meskipun masih dalam penelitian, efek kontrasepsi oral dapat diturunkan efektifitasnya oleh penisilin.
 - Dengan Makanan : Makanan dapat menurunkan kadar absorbsi penisilin; dapat menurunkan kadar obat dalam serum plasma.


mekanisme kerja

Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilin-protein (PBPs – Protein binding penisilin’s), sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri, akibatnya biosintesis dinding sel terhambat, dan sel bakteri menjadi pecah (lisis).


bentuk sediaan

Serbuk Oral Suspensi, Tablet

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Categories

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger